Dia: Pemilik Jiwa yang Bebas

Ada seseorang hadir dalam hidup saya
yang tatapannya mengandung banyak makna.
Matanya seperti jendela
yang diam-diam menyimpan cerita panjang
tentang sunyi, tentang dunia, tentang dirinya.

Ia menyukai musik,
mendengarkan nada seperti orang
yang sedang membaca rahasia semesta.
Kadang ia tersenyum pada angin,
berjalan pelan di antara pohon-pohon
seperti seseorang yang benar-benar
berteman dengan alam.

Kehadirannya tidak pernah saya sangka.
Datang begitu saja
tanpa aba-aba, tanpa rencana.

Rasanya seperti pelangi
yang tiba setelah hujan panjang.
Tidak diminta,
tidak dipanggil,
tapi tiba-tiba membuat langit
menjadi lebih hidup.

Ia tidak melakukan hal yang luar biasa.
Caranya begitu sederhana,
Cara bicaranya biasa saja,
Cara tertawanya juga tidak berlebihan.

Namun justru dari kesederhanaan itu
sesuatu tumbuh perlahan di dalam diri saya.

Dan seketika saya sadar
ternyata kadang kita jatuh cinta
bukan pada hal-hal yang megah,
melainkan pada seseorang
yang hadir diam-diam seperti pelangi
dan membuat dunia terasa
lebih berwarna.

Saya pernah mencoba mengerti
bagaimana rasanya menjadi sebebas itu,
tidak terikat, tidak takut kehilangan.

Namun waktu…
seringkali membuang saya ke sudut-sudut sepi,
menjadikan saya serpihan cerita
yang tak sempat ia baca hingga akhir.

Di antara detik yang berjatuhan,
saya belajar menjadi fana,
menjadi seseorang yang hadir
hanya untuk kemudian hilang tanpa tanda.

Sementara dia tetap utuh,
berjalan dalam pancarona hidupnya
warna-warni yang tak pernah redup,
meski hujan berkali-kali mencoba memudarkannya.

Karena dia…
adalah jiwa yang bebas,
dan kebebasannya
adalah cara paling indah ia hidup.

Di penghujung malam
nama nya saya sebut tanpa suara
pelan, nyaris hilang bersama gelap,
namun utuh dalam harap yang tak sempat terucap.

Ada titik-titik diujung doa-doa yang saya titipkan 
pada langit yang mungkin tak kau lihat,
pada sunyi yang tak pernah kau dengar,
semoga langkahmu selalu pulang pada bahagia
semoga jiwamu tetap bebas

Dan semoga
langit selalu memelukmu dengan cahaya,
meski dunia kadang tak ramah..

Komentar